Berebut Petani: SIAPA DI BELAKANG APA DAN UNTUK APA?

Prabowo Subianto (Google Image)

Tentulah ini cukup menggelikan buat Prabowo Subianto. Memimpin HKTI selama satu periode, tetapi kini ada orang yang ingin merebut itu dari tangannya dan tak mengakuinya sebagai Ketua Umum terpilih. Siapa pun di belakang Oesman Sapta Odang, kehadiran 3 orang menteri pada acara pelantikannya cenderung memudahkan tuduhan kepada SBY meskipun semua menteri yang hadir itu tentu juga punya motif. Pertanyaan mendasar ialah bagaimana petani Indonesia bisa maju.

Komunitas petani yang kian lama tak berdaya itu diperebutkan. Memang kalaulah ada figur dan institusi yang serius mengurus pemberdayaannya, dipastikan Indonesia bisa maju dengan kedaulatan sendiri tanpa harus mengemis-negmis ke mana-mana. Sektor pertanian itu menyerap tenaga kerja begitu besar, meski tahun demi tahun jumlah ini menurun drastis. Memang dalam sektor pertanian ini telah cukup lama munculnya kelas sosial baru yang untuk sederhananya disebut saja petani berdasi.

HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) adalah wadah yang sejak Orde Baru dibentuk. Sebetulnya tak ada apresiasi yang patut diberikan untuk wadah ini ditinjau dari keperiadaannya yang tak memberi sumbangsih untuk kemajuan petani di Indonesia. Tetapi, wadah itulah kini yang diperebutkan.

Belum lama ini digelarlah perhelatan nasional wadah ini untuk memilih pengurus baru. Ketua Dewan Pembina Partai Gerakaran Indonesia Raya (Gerindra)  dan Ketua Umum DPP Partai Persatuan Daerah (PPD) Oesman Sapta Odang  dan figur dadakan lain pun maju memperebutkan jabatan tertinggi. Prabowo Subianto sendiri adalah Ketua Umum  (incumbent) wadah ini periode pada yang sedang akan berakhir. Akhirnya muncul dualisme: keduanya menjadi Ketua Umum atas dasar logika, mekanisme dan klaim masing-masing. Menurut beberapa sumber, inilah serunya, Oesman Sapta Odang adalah orang yang dekat dengan jaringan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kubu Usman Sapta pun menggelar pelantikan di Jakarta, Minggu (8/8). Hadir 3 orang Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, yakni Menteri Koordinasi (Menko) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) HR Agung Laksono, Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan. Ini seperti sebuah sikap resmi pemerintahan SBY untuk penolakan Prabowo Subiyanto.

Satu hal yang begitu jelas kelihatan, bahwa kedua orang mantan Orde Baru ini belum berubah pandangan terhadap petani sebagai (cuma) komunitas penting tak ubahnya komoditi politik belaka. Bagaimana kalau kepentingan politik partai dan orientasi kekuasaan sempit dilepaskan dari pembinaan petani Indonesia?

Hal lain yang tak kurang menariknya tentulah kesan intervensi SBY. Memang banyak dugaan ke arah itu. Tetapi lihat saja menteri yang datang untuk pelantikan Oesman Sapta Odang, semuanya aktivis partai politik yang tentu bisa diduga juga berkeinginan mendapat simpatik dan dukungan dari para kaum lemah itu (petani).  Para elit politik ini saatnya diajak menyanyikan lagu Indonesia Raya  dengan penuh hidmat. Siapa tahu hatinya tergugah untuk membangun jiwanya, badannya, untuk Indonesia Raya dan bukan untuk politik kepartaian atau kekuasaan sempit belaka.


  1. Sugiatmono

    mengurus petani itu kekuatan politik dahsyat dan juga berkah




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: